Belakangan ini obrolan tentang investasi makin sering nongol di feed media sosial. Iya, nggak?
Dulu kita cuma tahu tabungan atau mungkin beli emas waktu lebaran.
Sekarang? Anak muda sudah mulai bahas saham, reksadana, kripto, sampai properti digital seperti NFT dan metaverse.
Tahun 2026 terasa seperti titik di mana generasi milenial dan Gen Z benar-benar serius ngulik investasi.
Bukan cuma FOMO, tapi benar-benar mencoba memahami risiko, potensi return, dan bagaimana investasi bisa jadi bagian dari rencana hidup jangka panjang.
Nah, ini dia 5 tren investasi yang paling banyak dilirik anak muda tahun 2026. Beberapa mungkin sudah pernah kamu dengar!
1. Saham dengan Pendekatan Edukatif
Saham bukan lagi investasi “rumit” yang cuma dipahami orang tua atau orang kantoran. Sekarang banyak anak muda yang mulai masuk ke pasar saham dengan pendekatan yang lebih edukatif.
Mereka riset sendiri, bukan cuma spekulasi.
Kenapa ini jadi tren?
Sekarang ini banyak platform trading yang punya fitur belajar langsung. Belum lagi, adanya komunitas investor aktif yang saling sharing serta akses informasi yang semakin mudah.
Anak muda sekarang getol mencari tahu kenapa harus beli saham ini, apa fundamentalnya, dan bagaimana prospeknya ke depan.
Ini beda jauh dengan sekadar ikut hype.
Dan hasilnya? Bermunculan investor muda yang makin sadar bahwa saham itu bukan “tebak-tebakan harga”, tapi soal memahami bisnis di balik angka.
2. Reksadana & ETF, Pilihan “Aman” dengan Modal Kecil
Walaupun saham lagi naik daun, banyak anak muda memilih reksadana atau ETF (Exchange Traded Fund) sebagai pintu masuk investasi.
Kenapa?
Alasan sederhananya, karena modal awal bisa kecil, dikelola oleh profesional, dan risiko lebih terdiversifikasi.
Reksadana jadi favorit karena pendekatannya tidak bikin pusing.
Anak muda yang kerja penuh waktu atau sibuk kuliah suka pilih ini. Mereka tetap bisa investasi tanpa harus tiap hari mantengin grafik harga saham.
ETF juga makin populer karena punya struktur seperti saham, tapi isinya merupakan sekumpulan aset yang memberikan diversifikasi instan. Ini cocok buat yang baru mulai dan pengin cari aman dulu.
3. Kripto yang Lebih “Serius” dan Tidak Sekadar Trading FOMO
Kripto itu memang sudah lama viral, namun tren 2026 sedikit berbeda.
Dulu orang banyak masuk kripto karena FOMO doang. Sekarang, diskusinya lebih dalam daripada itu.
Anak-anak muda mulai fokus ke proyek yang punya fundamental sekaligus memahami whitepaper dan teknologi blockchain
NFT pun kembali direvitalisasi dengan proyek-proyek yang lebih fungsional. Misalnya yang terhubung ke musik, komunitas, dan utility nyata di metaverse.
Intinya, kripto kini dipandang asset jangka panjang, bahkan bagian dari ekosistem digital masa depan.
4. Real Estate Digital (Metaverse & Virtual Land)
Ini yang mulai terdengar aneh beberapa tahun lalu, tapi sekarang makin nyata. Investasi tanah digital di dunia metaverse!
Beberapa platform metaverse membuka peluang membeli “virtual land”.
Isinya semacam kawasan dalam dunia digital yang bisa dikembangkan, disewakan, atau bahkan dijual lagi dengan harga yang meningkat.
Banyak anak muda tertarik karena trendnya futuristik dan kreatif, serta bisa jadi sumber passive income.
Tentu saja investasi ini punya risiko yang tinggi dan belum se-stabil properti fisik.
Tapi karena disertai komunitas kreatif dan peluang monetisasi yang unik, banyak anak muda mulai menjajalnya.
5. ESG Investing, Investasi yang Bikin Kamu “Bangga”
ESG (Environmental, Social, Governance) kini bukan sekadar jargon. Banyak investor muda yang memilih aset berdasarkan nilai-nilai keberlanjutan alias sustainability.
Kenapa ESG makin diminati?
Salah satunya karena banyak anak muda makin sadar isu lingkungan dan sosial. Di sisi lain, tidak sedikit perusahaan yang turut menerapkan praktik berkelanjutan.
Jadi bukan sekadar mengejar return, tetapi juga memberi kontribusi positif terhadap dunia.
Ini bikin investor muda merasa lebih “nyambung” dengan pilihan investasinya.
Bukan Sekadar Cuan, Tapi Juga Cerita Hidup
Tren investasi di 2026 menandakan bahwa generasi muda tidak lagi melihat investasi sebagai hal yang rumit atau eksklusif.
Mereka mendekat dengan rasa penasaran, belajar dari banyak sumber, dan maju bukan sekadar ikut tren.
Yang paling menarik, banyak dari tren ini tidak eksklusif hanya untuk yang punya uang besar. Berkat digitalisasi, anak muda bisa mulai dari modal kecil sambil terus belajar.
Kalau kamu ingin tetap update soal tren investasi terbaru, tips mengelola keuangan dengan bijak, dan bagaimana membaca peluang di era ekonomi digital, pantau terus pulsebriefs.com, ya.







Leave a Reply